Anti CoPas

Silakan Komen

Silahkan beri Masukan, Kritik, ataupun Saran melalui comment - comment pada artikel diBlog ini - semoga apa yang saya share di blog ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.
Showing posts with label Desain Arsitektur (sumber : pribadi). Show all posts
Showing posts with label Desain Arsitektur (sumber : pribadi). Show all posts

Saturday, August 11, 2012

Cara Membuat Background pada Rendering SketchUp menggunakan Watermark

Contoh hasil dengan memberikan background menggunakan watermark
     Detik - detik deadline saat saya tugas tahap desain sekitar akhir 2 bulan yang lalu, saya sedikit dipusingkan dengan beberapa permintaan produk gambar. Dimana salah satu produk meminta eksterior 3D mata burung, karena hasil akhir 3D saya menggunakan SketchUp maka hasil akhir akan sulit saat akan difinishing dengan photoshop jika asal2an tembak posisi rendering dan juga pastinya akan banyak membuang waktu. Berbeda dengan software 3D MAX kita bisa dengan mudah memasukan background dibelakang objek 3D kita.

     Dari hasil beberapa share tutorial ternyata dari SketchUp kita bisa memberikan background dibelakang objek 3D kita. Caranya dengan memberi Style Watermark, caranya mudah berikut settingannya :
Masuk di Windows dan Pilih Style
Pilih Edit dan Klik Watermark Setting - setelah itu tinggal add
Klik Background untuk latar belakang Overlay untuk latar depan
Setelah itu akan keluar setting transparasi
Klik Strecthed fit to fit the screen kemudian Uncheck Lock Aspect Ratio agar tampilan bisa full screen
Tampilan sebelum render
Hasil saat rendering (background memang tidak ikut ter-render)
Hasil Akhir Rendering dengan hasil akhirnya menggunakan bantuan Photoshop

Perbedaan antara Displacement dan Bump

     Perbedaan antara efek bump dan displacement pada rendering V-Ray SketchUp sekilas sebenarnya hampir sama, tapi bila dikaji lebih detail lagi hasil dari bump tidak semaksimal pada hasil displacement. Perbedaannya sendiri dapat dilihat dari hasil ujicoba saya berikut ini, dimana saya merender 2 bidang batu alam dimana bidang pertama menggunakan displacement dan bidang kedua menggunakan bump.
Perbedaan antara efek Bump (2) dan efek Displacement (1) pada batu alam
     Hasilnya penampang ditiap bidang terlihat seperti lebih hidup dengan tekstur penampang batu di tiap bidang rendering. Namun jika dilihat lagi lebih jauh, terlihat pada bayangan permukaan pada bidang 1 tidak rata hal ini dikarenakan dari hasil efek displacement, sedangkan pada bidang 2 bayangan lurus  - lurus saja.
Perbedaan antara efek Bump (2) dan efek Displacement (1) pada air
     Ujicoba kedua saya lakukan dengan mencoba merender air untuk settingan bisa dilihat disini. Hasil dari keduanya terlihat penampang air terlihat bergelombang dan bayangan manusia yang ada didalamnya juga terpecah mengikuti frekuensi gelombang air. Sedangkan pada bidang air yang kedua tekstur air sendiri datar dan tidak bergelombang sama sekali namun pada bayangan manusia terlihat bergelombang mengikuti frekuensi air. Dari review saya ini bisa disimpulkan sekilas perbedaan antara bump dan displacement tidak beda jauh, namun secara detail hasil dari diplacement lebih maksimal dari bump.

KEUNGGULAN DISPLACEMENT
- Hasil renderan lebih maksimal dan terlihat riil,
- Saat merender kemampuan komputer terlihat "tidak dipaksa", karena saat merender, komputer bisa multitasking dengan mendengarkan lagu, main game, browsing, dll.
KEKURANGAN DISPLACEMENT
- Lamanya waktu rendering jika kita membuat objek rendering yang kompleks dan banyak detail dengan resolusi gambar HD.

KEUNGGULAN BUMP
- Hasil tidak terlalu buruk secara sekilas,
- Proses rendering yang tergolong lebih cepat dari displacement.
KEKURANGAN BUMP
- Hasilnya yang kurang bahkan jauh dari detail,
- Saat rendering tidak bisa multitasking bahkan hanya untuk muter lagu (kemungkinan ini cm dikomputer saya T.T, mungkin saat di kompi teman - teman bisa untuk multitasking).



TIPS & TRIK

Sedikit tips dari saya siapa tahu membantu, pada saat ingin menetapkan apakah objek ingin dibump atau displacement terlebih dahulu kita melihat objeknya. Saya berikan contoh saat membuat air laut pada rendering dibawah ini awalnya saya beri efek displacement. Jika dilihat dari preview hasil air sangat bagus, tapi lamanya render sangat lama 2 jam baru rendering ke2 dari 4kali rendering T.T. Kemudian saya ubah ke bump sekilas hasilnya tidak terlalu buruk dengan gambar kualitas HD yang selesai kurang dari 1/2 jam.
Hasil Rendering menggunakan efek Bump
Berbeda dengan contoh diatas contoh render dibawah ini lebih sadis lagi karena saya sendiri menggunakan efek displacement. jika misalkan saya menggunakan efek bump hasil akan terlihat aneh karena jarak sudut pandang dengan efek bump sangat dekat sehingga efek air akan terlihat datar, namun jika sudut pandang kita jauh dari efek bump sekilas memang tidak ada cacat, contohnya gambar diatas.
Contoh tutorial efek air ke1
Contoh efek air pada rendering The Lake House

Cara Membuat Efek Air pada Render V-Ray 1.49 SketchUp 8 versi2

Hasil Akhir
Pada totorial efek air ini tidak jauh dari cara merender saat tutorial pertama, cara membuat efek air ini saya posting kembali karena pada postingan sebelumnya dari teman - teman sendiri banyak yang gagal.

Untuk objek rendering saya download dari 3DWarehouse disini, untuk settingannya disini saya hanya menunjukan step - step material air saja, berikut caranya :
Tambahkan Tex-Fresnel pada Reflection buat nilai 2 pada multiplier
Pada pilihan layer option saya buat default v-ray 1.49
Pada layer Maps tambahkan Bump dengan Tex-Noise dengan multiplier cukup 1.25
Tampilan Awal
Hasil Akhir
 nb :
1. Pada renderan ini di layer maps saya menggunakan bump bukan displacement, karena faktor lamanya rendering jika menggunakan displacement. Tentunya hasil dari renderan sendiri kurang maksimal, jika ingin lebih maksimal bisa dicoba sendiri dengan menggunakan displacement dan settingan-nya pun sama dengan cara saat menggunakan bump;
2. Sebelum menggunakan layer maps displacement, pada objek laut dihapus dan diganti menggunakan bidang 2D rectangle dan pastinya berikan material air laut yang sama;
3. Untuk lebih jelasnya masalah perbedaan antara bump dan displacement bisa dibaca di artikel ini.

Tuesday, April 17, 2012

Making 3D Rendering "THE LAKE HOUSE"

     Tutorial step by step pembuatan 3D Rendering dari film The Lake House dengan menggunakan AutoCad 2008, SketchUp 8 Pro, V-Ray 1.48, dan Adobe Photoshop CS2
3D Modelling
Import 3D ke SketchUp 8
Material dan Teksture
Render Output (PostPro)
FINAL IMAGE ... !!

Download tutorial versi PDF via 4shared disini atau mediafire disini
Modelling Download via mediafire disini

Monday, February 6, 2012

Teknik Manipulasi Pendaran Cahaya pada Objek Rendering

Contoh objek yang rendering
     Pendaran Cahaya yang dimaksud disini adalah cahaya yang berasal dari barang - barang elektronik seperti Handphone, Televisi, Layar laptop, Layar Komputer dll. Sangat aneh juga kalo diliat - liat lagi seperti layar laptop yang hidup namun tidak ada cahaya yang keluar dari layarnya. Contohnya seperti berikut :
Contoh pada artikel sebelumnya

Contoh pada rendering pertama
     Maka dari itu kali ini saya akan coba beritahu bagaimana untuk membuat objek kita ini dapat berpendar cahaya hingga mirip aslinya. Caranya mudah berikut tutorialnya :
     1. Pada depan objek tampilan HP kita beri reclight dengan optionnya : "Double Sided" yang berfungsi pendaran cahaya mengenai objek tampilan menu HP dan juga mampu mengenai objek didepannya. Setelah itu check juga "Invisible" agar reclight kita tidak terlihat.
Beri reclight pada bagian depan layar HP
       2. Setelah setting reclight selesai terakhir kita beri option pada material lainnya.

Setting untuk warna basic HP
Setting emmisive layer pada tulisan "SAMSUNG"
Setting untuk penopang HP
Setting untuk lantai
Setting untuk emmisive Layer seri HP
Setting untuk posisi kamera "Fish Eye"
Setting Resolusi gambar

Saturday, January 14, 2012

Manipulasi Teknik DOF pada Objek Rendering

     Dari semua teknik fotografi hanya satu yang saya ketahui yaitu teknik Depth of Field atau DOF, teknik DOF ini memberi bagian objek yang fokus dan selebihnya objek tidak fokus atau blur. Contohnya sebagai berikut :
Contoh Teknik DOF
     Pada Arsitektur sendiri banyak yang menggunakan DOF sebagai salah satu teknik foto dalam mengimplementasikan desainnya. Saya akan memberi contoh cara memanipulasi object foto menjadi DOF seperti diFotografi menggunakan software GIMP. Saya ambil contoh foto dari artikel saya sebelumnya Teknik Kamera Fish Eye pada SketchUp.
Contoh Gambar yang akan dibuat DOF
     Pertama tama open file di GIMP, pada toolbar samping kanan tambahkan layer sampai 2 kali, dengan klik kanan pada layer background atau juga bisa Ctrl-Shift-D.

      Setelah membuat duplikat, klik pada layer Background Copy akan kita pertajam gambarnya dengan cara Filters - Enhance - Unsharp Mask.
      Stelah itu pada layer Background#1 kita akan membuatnya menjadi blur caranya dengan Filters - Blur - Gausian Blur.
      Terakhir menambahkan "mask" pada layer Background#1 dengan cara Layer - Mask - Add Layer
    Setelah selesai semua tinggal di Paintbrush atau bisa menekan tombol P, sapukan paintbrush pada object yang tidak dibuat Blur. dan hasilnya akan sebagai berikut :
Hasil Akhir Editing
Selamat Mencoba !!

Cara Membuat Sudut Pandang Kamera menjadi Fish Eye pada Render V-Ray SketchUp

     Fungsi dari cara mengubah sudut pandang kamera ini adalah membuat kesan luas ruang yang akan kita render. Ini teradi pada apa yang saya alami baru2 ini dalam lomba desain interior. Berikut cara mensetting sudut pandang kamera Fish Eye pada render Sketch Up.
File SketchUp yang akan dirender
     Setelah membuka file yang akan dirender kita buka option render (simbol O pada toolbar v-ray) setelah itu akan muncul beberapa sub - sub option render. Setelah itu kita masuk pada opsi Camera check Overide FOV dan ubah derajat sudut pandang yang akan dicakup saat render nantinya, disini saya mencoba membuat 50 derajat cakupan kamera, berikut cara mensettingnya :
Settingan Kamera
DAN HASILNYA
Hasil Renderan

Saturday, November 5, 2011

Mengenal Pembuatan 3D dalam desain Arsitektur part II

     Melihat tulisan sebelumnya Mengenal pembuatan 3D dalam Desain Arsitektur yang memuat deskripsi macam macam aplikasi dan plugin engine yang digunakan dalam pembuatan 3D, sekarang di part ke II saya mau tunjukan beberapa hasil rendering menggunakan software SketchUp 8 Pro dengan engine v-ray 1.48.66 for sketchup tentunya. Disini saya tunjukan dan comparing beberapa modelling sebelum dirender dan setelah dirender.

3D Modelling Rumah Desain Pagar dan Carport Rumah
Hasil Rendering
     Kalo dilihat diatas memang belum maksimal renderingnya, berhubung ini cuma untuk percobaan render dan juga masih belajar hehe..setelah dicoba - coba lagi rendering selama 2 - 3 minggu memang agak berbeda dari hasil renderingnya. Saya sempat bertukar ilmu dengan teman saya tentang SketchUp ini. hasilnya ternyata ada maerial VISMAT yang biasanya harus searching - searching dari internet untuk mendapatkanya. Bagi pemula seperti saya VISMAT sangat penting soalnya kita tinggal load VISMAT dan di apply ke komponen yang mau kita beri material yang hanya support v-ray tersebut. 
3D Modelling menggunakan VISMAT
3D Rendering menggunakan VISMAT
3D Modelling menggunakan VISMAT
3D Rendering menggunakan VISMAT
3D Rendering menggunakan VISMAT
3D Rendering menggunakan VISMAT
3D Rendering menggunakan VISMAT
     Selain menggunakan VISMAT ada juga HDRI suatu format gambar yang dapat digunakan untuk membuat kondisi sekitar objek render kita seperti real, sayang saya belum nyoba walaupun ada HDRI nya. Terakhir postingan gambar memperlihatkan gambar 3D kamar saya sendiri yang non menggunakan VISMAT ternyata nggak jelek jelek juga hehe.
3D Modelling tanpa menggunakan VISMAT
3D Rendering tanpa menggunakan VISMAT